Aimansyah

Artikel berikut merupakan abstrak dan 4 paragraf awal artikel yang sama pada Jurnal Pendidikan Inovatif (JPI) Volume 4 Nomor 2 bulan Maret 2009.

.

Problematika Keterampilan Menulis Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia Di SMP

.

umum.png

.

Abstract: The learning of Bahasa Indonesia for linguistic aspects namely listening, speaking, reading, and writing. Of all the four skills, writing is the most complex. The regulation of writing in Bahasa Indonesia stated in Ejaan Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) in its development, has been through many obstacles such as variation of form, functional deviation and some writing peculiarities cause by habit, unawareness, lack of conditioning, performance, and lack of care of many parties. Mistakes in writing skill surely will give bad effect toward the learning results of Bahasa Indonesia. It would be unfortunate if our young generations were unaware of the determined writing rules. In this case, the teacher has a role as the key to solve the problems in Bahasa Indonesia writing.

Menulis merupakan keterampilan keempat atau yang terakhir dalam tingkatan kemampuan berbahasa. Setelah anak melalui proses menyimak atau mendengarkan sesuatu, biasanya akan diikuti dengan aktivitas membaca dan menirukan apa yang diucapkan melalui berbicara. Pada usia tertentu, setelah alat berpikirnya berkembang maka akan timbul keingintahuannya tentang lambang-lambang bunyi yang tertera dan tertangkap oleh penglihatannya. Melalui suatu proses, maka dapatlah dia mengucapkan lambang-lambang tersebut sesuai dengan bunyinya. Pada tingkatan ini, seorang anak sudah masuk pada tingkatan membaca. Langkah terakhir yang dilakukannya adalah menirukan lambang-lambang yang terbaca tadi dalam tulisan yang sama melalui aktivitas menulis.

Selanjutnya, setiap keterampilan itu erat pula berhubungan dengan proses-proses yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasi dengan jalan praktik dan banyak latihan. Melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih berpikir termasuk menulis.

Permasalahan Menulis

Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis, penulis haruslah terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata. Akan tetapi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia hal ini merupakan suatu kesulitan yang dialami siswa. Kesalahan-kesalahan yang ditemukan oleh guru dalam penulisan yang dilakukan oleh siswa menggambarkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis masih perlu mendapatkan perhatian yang serius.

Kesalahan-kesalahan penulisan yang dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia jelas sangat mengganggu keberhasilan dalam pengajaran Bahasa Indonesia. Kesalahan-kesalahan itu harus mendapat penanganan demi tercapainya tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia secara maksimal. Kesalahan yang berlanjut dan tanpa penanganan dari guru sebagai pengajar maupun pihak lainnya akan menyesatkan kemampuan siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Lambat laun, ketentuan kebahasaan yang berlaku akan samar atau tidak jelas.

.

   

.