Anita Maharani
Artikel berikut merupakan abstrak dan 4 paragraf awal artikel yang sama pada Jurnal Pendidikan Inovatif (JPI) Volume 4 Nomor 2 bulan Maret 2009.
.
Inventarisasi Keyakinan Motivasi Dan Self-Regulated Learning Sebagai Petunjuk Metode Pengajaran Dan Perlakuan Lainnya
.

.
Abstract: This is a study of personal goal of learning, about how to improve students’ learning achievement and build their capacity in learning. Building students’ capacity in learning is to inspire participants to become active during the learning process, empowering them to become independent learners and motivate them to reach their full potential. Some researches on motivation and learning efficiency indicate that the students who learn to set their goals are more than likely to reach the goals set by lecturers.
Tujuan pembelajaran pribadi adalah tentang bagaimana meningkatkan pembelajaran mahasiswa dan pencapaiannya serta membangun kapasitas mahasiswa untuk belajar. Membangun kapasitas mahasiswa untuk belajar antara lain membangkitkan niat mahasiswa untuk menjadi peserta aktif saat proses pembelajaran, pemberdayaan mereka untuk menjadi pembelajar independen, dan memotivasi mereka untuk mencapai potensi utuh. Beberapa penelitian tentang motivasi dan efisiensi pembelajaran mengindikasikan bahwa mahasiswa yang menetapkan tujuan belajar cenderung mencapai lebih dari tujuan yang ditetapkan oleh dosen. Mahasiswa yang menetapkan tujuan pembelajaran, memiliki keyakinan untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan yang menantang, yang sebenarnya melampaui kemampuan mereka sendiri. Motivasi mereka untuk meningkatkan dan menguasai penugasan meningkat, dan kepercayaan diri menjadi kuat meskipun harus mengalami kegagalan.
Ketika mahasiswa dibimbing untuk menggali pemikiran dan proses pembelajarannya, mereka diberi gambaran untuk memikirkan keefektifan strategi yang mereka gunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mereka melakukan perencanaan untuk melakukan sesuatu, memantau kemajuan atas pencapaian tersebut, dan mengevaluasi hasil yang dicapai dalam membantu mahasiswa untuk mengendalikan pemikiran dan proses pembelajaran mereka serta mempersiapkan mereka dengan tentang keahlian belajar.
Saljo (1979) melakukan suatu penelitian degan bertanya pada beberapa siswa yang telah dewasa (adult students) tentang apakah yang mereka pahami tentang belajar. Respon dari responden tersebut diklasifikasi oleh Saljo menjadi lima kategori, yakni: (1) belajar adalah peningkatan pengetahuan secara kuantitatif, karena belajar memerlukan informasi atau mengetahui lebih banyak. (2) Belajar seperti mengingat. Belajar adalah menyimpan informasi yang dapat direproduksi. (3) Belajar seperti memperoleh fakta, keahlian, dan metode yang dapat bertahan dan digunakan saat diperlukan. (4) Belajar seperti sesuatu yang masuk akal atau membuat abstraksi dari sebuah arti. Belajar melibatkan hubungan antara materi dengan dunia nyata. (5) Belajar sebagai menginterpretasi sesuatu dan memahami realita dalam pandangan berbeda. Belajar melibatkan memahami dunia dengan mereinterpretasi pengetahuan (Ramsden, 1992).
Tujuan belajar adalah tulang punggung dari perkuliahan. Tujuan belajar perlu ditetapkan atas apa yang akan dipahami oleh seorang mahasiswa dan apa yang dapat mahasiswa lakukan sebagai hasil dari sebuah perkuliahan. Tujuan secara spesifik adalah bentuk harapan dari pembelajaran mahasiswa, pemikiran, keterkaitannya, dan perilaku yang berhubungan dengan pencapaian tujuan tersebut.
.
.